Nilai Artistik Sebuah Kaca Ukir
KACA UKIR - Abang Adi Dharma berdiri di depan rumahnya yang terpasang kaca ukir, Senin (30/4/2012)

TRIBUN PONTIANAK/ KEN ARNOLY
KACA UKIR - Abang Adi Dharma berdiri di depan rumahnya yang terpasang kaca ukir, Senin (30/4/2012)
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sejak tahun 2000, Herman
(48), sudah menggeluti dunia kaca ukir. Kaca ukir yang menurutnya
merupakan seni yang belum tentu semua orang bisa dan dapat membuatnya.
Sanblas polos, sanblas warna, sanblas lis, grafir warna, grafir lis, dan
bahkan treeple emas, bahkan patri, yang merupakan kreativitas yang
dimilikinya dalam menciptakan sebuah ukiran kaca.
Memilih usaha kaca ukir mengatakan, semua berawal dari hobi. Ia belajar secara otodidak dengan melihat sahabat-sahabatnya yang ada di daerah Jawa yang kemudian dicobanya diterapkan di Pontianak.
"Awal saya sih dari nol, karena saya waktu di Jawa dulu sering lihat teman-teman memproduksi sebuah kaca yang diolah menjadi sebuah nilai seni yang tinggi. Akhirnya saya beranikan diri membuka di Pontianak. Setelah beberapa kali mencoba membuat langsung waktu di Jawa," imbuhnya kepada Tribun, belum lama ini.
Mandala, merupakan nama tempat usahanya di Jl Danau Sentarum. tak hanya fokus kepada artistik nilai dari sebuah kaca saja, melainkan memadukan kaca menjadi sebuah lemari kaca juga kusen alumunium. "Bukan hanya itu yang saya bisa buat, seni ukir dari batu dengan membuat relief juga pernah dan saya bisa membuatnya," katanya.
Kaca berjenis Sanblas, yang menurut banyak yang para pelanggannya. Hal ini karena harga tergolong murah, dan cepat dalam pembuatannya. "Untuk Sanblas polos/meternya Rp 500 ribu, warna Rp 650 ribu. Bukan hanya itu untuk Grafir list/meternya sekitar Rp 850 ribu, itu semua harga di luar harga kaca," jelasnya.
"Tidak hanya itu, untuk Treeple emas, saya menjualnya dengan harga per meternya Rp 2,8 juta, dan untuk patri per meternya saya jual dengan harga Rp 3 juta. Namun itu semua bukan harga mati, masih bisa nego lah," katanya.
Untuk pembuatan, memang membutuhkan waktu yang lumayan lama. Apa lagi kalau yang pesan lebih dari satu meter dan banyak. "Pembuatan tergantung dari berapa ukuran dan berapa banyak orang yang pesan. Semakin banyak semakin lama pembuatannya.
Namun biasanya untuk Sanblas biasanya selama dua mingguan. Sedangkan untuk treeple dan patri, bisa memakan waktu dua bulanan," tambahnya lagi. (ken/Tribun Pontianak cetak)
Memilih usaha kaca ukir mengatakan, semua berawal dari hobi. Ia belajar secara otodidak dengan melihat sahabat-sahabatnya yang ada di daerah Jawa yang kemudian dicobanya diterapkan di Pontianak.
"Awal saya sih dari nol, karena saya waktu di Jawa dulu sering lihat teman-teman memproduksi sebuah kaca yang diolah menjadi sebuah nilai seni yang tinggi. Akhirnya saya beranikan diri membuka di Pontianak. Setelah beberapa kali mencoba membuat langsung waktu di Jawa," imbuhnya kepada Tribun, belum lama ini.
Mandala, merupakan nama tempat usahanya di Jl Danau Sentarum. tak hanya fokus kepada artistik nilai dari sebuah kaca saja, melainkan memadukan kaca menjadi sebuah lemari kaca juga kusen alumunium. "Bukan hanya itu yang saya bisa buat, seni ukir dari batu dengan membuat relief juga pernah dan saya bisa membuatnya," katanya.
Kaca berjenis Sanblas, yang menurut banyak yang para pelanggannya. Hal ini karena harga tergolong murah, dan cepat dalam pembuatannya. "Untuk Sanblas polos/meternya Rp 500 ribu, warna Rp 650 ribu. Bukan hanya itu untuk Grafir list/meternya sekitar Rp 850 ribu, itu semua harga di luar harga kaca," jelasnya.
"Tidak hanya itu, untuk Treeple emas, saya menjualnya dengan harga per meternya Rp 2,8 juta, dan untuk patri per meternya saya jual dengan harga Rp 3 juta. Namun itu semua bukan harga mati, masih bisa nego lah," katanya.
Untuk pembuatan, memang membutuhkan waktu yang lumayan lama. Apa lagi kalau yang pesan lebih dari satu meter dan banyak. "Pembuatan tergantung dari berapa ukuran dan berapa banyak orang yang pesan. Semakin banyak semakin lama pembuatannya.
Namun biasanya untuk Sanblas biasanya selama dua mingguan. Sedangkan untuk treeple dan patri, bisa memakan waktu dua bulanan," tambahnya lagi. (ken/Tribun Pontianak cetak)
Penulis : Ken Arnoly
Editor : Bowo
Sumber : Tribun Pontianak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar